viral awan bentuk caping di gunung Merbabu

Viral Awan Bentuk Caping di Gunung Merbabu

Dunia maya dihebohkan oleh beredarnya gambar awan berupa caping di atas Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Di sebagian account sosial media disebutkan kalau fenomena gunung bercaping tersebut terjalin pagi tadi, Kamis( 3/ 10/ 2019). Memang viral awan bentuk caping di gunung Merbabu terus berlanjut.

Salah satu yang mengunggah gambar caping Gunung Merbabu itu ialah account Twitter@andreaozziwar.“ Merapi Merbabu pagi ini,” demikian penjelasan tertulis yang menyertai gambar unggahannya.

Dalam gambar tersebut memanglah nampak awan putih yang besar, wujudnya mirip caping, serta terletak persis di atas puncak Gunung Merbabu.

Si pengunggah gambar berkata kalau malam saat sebelum fenomena sangat jarang ini terjalin, wilayah Ampel Boyolali pernah gerimis. Setelah itu cuaca berganti jadi terang berawan serta awan semacam yang nampak di gambar unggahannya.

“ Ampel Boyolali tadi malam gerimis, terus paginya agen judi pulsa terang berawan, apik tenan,” demikian ditulis account@andreaozziwar.

Tidak cuma account@andreaozziwar, sebagian netizen lain pula ikut mengunggah gambar caping Gunung Merbabu.“ Merapi Merbabu kamu mengapa?? Dari kemarin ngerasain gerah terus,” tulis account@lidiaoktasari sembari menyertakan gambar dari sudut berbeda.

Lebih lanjut netizen juga saat ini ramai- ramai mengomentari fenomena caping Gunung Merbabu itu. Sebagian besar mengantarkan pesan takjub.

“ Keren… Awan nya itu looh,” demikian pendapat@last_tanto.

“ Merbabu capingan,” tulis@nung_03.

“ Merbabu apa berita?” tulis account@radensatrioo.

Sedangkan itu butuh dikenal kalau Gunung Merbabu bukan salah satunya yang hadapi fenomena caping. Karena viral awan bentuk caping di gunung Merbabu. Perihal seragam pula sempat terjalin terhadap Gunung Lawu serta Gunung Slamet. Kemudian fenomena alam apakah yanng dirasakan sebagian gunung tersebut?

Dikutip dari Solopos, kala Gunung Slamet bertopi, Sutopo Purwo Nugroho yang berprofesi bagaikan Kepala Humas Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah( BNPB) berkata awan berupa topi tersebut diketahui bagaikan awan Lentikularis ataupun Altocumulus Lenticularis.

” Gunung Slamet bertopi. Puncak gunung tertutup awan tipe Lentikularis ataupun Altocumulus Lenticularis. Awan ini tercipta akibat terdapatnya pusaran angin di puncak,” tulis Sutopo Purwo Nugroho pada Januari kemudian.

” Ini fenomena alam biasa saja. Tidak harus berhubungan dengan mistis& politik menjelang pemilu pilpres, DPD, DPR, DPRD,” lanjutnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *