Bocah Yang Rawat Ibu Kandung Sakit Stroke

Bocah Yang Rawat Ibu Kandung Sakit Stroke

Muhammad Gunadiono (5) bocah asal Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, begitu malang, di usianya yang tetap kecil ia harus melindungi sang ibu yang menderita stroke. Tanpa ngeluh bocah yang rawat Ibu kandung sakit stroke cukup tabah.

Umiati (46) nama sang ibu harus lumpuh tak berdaya lantaran penyakit stroke yang dideritanya. Sejak dua tahun yang lantas sehari – hari Umiati hanya sanggup berbaring di atas tempat tidur. Kaki dan tangannya lumpuh tak sanggup berjalan, bahkan stroke termasuk udah menyerang mulut dan mata yang mengakibatkan susah berkata dan mendengar.

Umiati dan Gunadiono tinggal bersama sang nenek, pasca ayah dan ibunya bercerai kala Gunadiono bolapelangi tetap dalam umur balita. Mereka tinggal di tempat tinggal pasangan Miran dan Ngatini sang paman dan budhe Gunadiono, sekaligus kakak Umiati, yang beralamat di Dusun Balongmojo, Desa Gedungombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Sehari-hari, bocah kelas 5 SDN 2 Gedungombo ini bersama telaten menyuapi sang ibundanya sebanyak tiga kali. Ia menyuapi sang ibu, sebelum berangkat sekolah, kala pulang, dan kala malam hari.

Gunadiono yang dibantu Bude-nya Ngatini, termasuk bersama telaten menopang ibunya untuk mandi tiap tiap sore hari.

“Hanya memandikan untuk menopang budhe yang memandikan ibu,” katanya bersama polos.

Umiati yang udah menderita stroke sejak Gunadiono duduk di kelas 3 SDN ini hanya sanggup pasrah sambil menahan sakit. Ia hanya pasrah menatap sang anaknya Gunadiono yang perlahan-lahan menyuapinya bersama menu ala kadarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gedungombo, Laaiman mengungkapkan, Umiati sebenarnya mendapat pemberian sosial Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), sampai pemberian pangan non tunai. Kabar bocah yang rawat Ibu kandung sakit stroke tentu menyayat hati.  Bahkan ia udah menyarankan keluarga Umiati untuk membawanya ke tempat tinggal sakit bersama ambulans milik desa setempat.

“Keluarganya tidak rela dibawa ke tempat tinggal sakit. Tidak tersedia yang menjaga, kakaknya termasuk kerja, la anaknya tetap sekolah. Jadi kendalanya di keluarganya,” kata Laaiman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *